Selasa, 16 Juli 2019

Mengenal 4 Jenis Kolam Dalam Budidaya Hewan Ikan Lele

 


Bisnis budidaya hewan memang menarik banyak pebisnis, baik yang berpengalaman maupun pemula. Sebab, budidaya hewan menghasilkan keuntungan yang menjanjikan. nah, jika berbicara mengenai budidaya hewan, tak lengkap rasanya kalau tak membahas budidaya ikan lele. Jenis ikan yang satu ini selalu memiliki angka permintaan yang tinggi dan stabil di pasaran.

Ikan lele adalah ikan yang hidup di air tawar. Ikan ini memiliki ciri kumis panjang yang ada di dekat mulutnya. Ukurannya juga besar, bisa mencapai lebih dari 30 centimeter panjangnya. Lele dikenal dengan perawatannya yang cukup mudah saat dibudidaya. Ternyata, jenis kolam tempat budidaya hewan yang bernama ilmiah Clarias ini beragam. Kali ini, kami akan informasikan pada anda empat jenis kolam yang bisa digunakan saat mencoba bisnis budidaya hewan ikan lele.

Kolam Terpal


Konstruksi kolam terpal untuk ikan lele berbentuk kerangka kolam yang terbuat dari kayu, kemudian dilapisi terpal dan diisi air. Bentuk kolam bisa persegi panjang atau bulat. Langkah awal untuk menggunakan kolam terpal adalah mencuci terpal dengan sabun hingga bersih dan bau plastik atau lem pada terpal hilang. Sebab, aroma dari bahan kimia yang ada di terpal bisa membunuh benih ikan.

Proses pencucian ini cukup lama. Anda harus mencuci terpal dan keringkan selama satu hari. Setelah itu, pasang terpal ke kerangka kolam yang terbuat dari kayu. Kemudian, isi kolam terpal dengan air hingga tingginya 20 centimeter dan diamkan selama satu minggu. Hal ini perlu dilakukan untuk pembentukan lumut dan fito plankton di dalam kolam.

Budidaya ikan lele dengan kolam terpal bisa dibantu dengan penerapan sistem bioflok. Dimana ada pipa khusus di bawah kolam yang tersambung, dan bisa membuang kotoran kolam. Sehingga kolam selalu bersih dan ikan lele pun tidak bau amis. Selain itu, pemberian pakan lele juga direndam terlebih dulu dengan cairan prebiotik agar ikan lele tidak bau amis.

Kolam Tembok


Jenis kolam tembok untuk budidaya hewan ikan lele dianggap sebagai kolam yang lebih tahan bocor jika dibandingkan dengan kolam terpal dan kolam tanah. Namun, pembuatan kolam tembok tentu saja membutuhkan biaya lebih. Konstruksi kolam tembok umumnya dibuat miring di bagian bawah agar mudah dikuras atau dibersihkan.

Untuk mensterilkan kolam tembok yang baru jadi, anda harus mengeringkan kolam dengan sempurna. Kemudian, isi kolam dengan air sebanyak setengah volume, lalu masukkan batang pohon pisang. Biarkan itu membusuk hingga 2 minggu lamanya. Setelah itu baru kuras lagi kolam, dan isi air kolam dengan pupuk dan tanah untuk pertumbuhan fito plankton.

Baca juga: Bisnis Budidaya Ikan Berikut ini Omzetnya Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Kolam Tanah


Jika anda memiliki lahan dengan tanah dan lingkungan yang asri, maka jenis kolam tanah cocok untuk budidaya ikan lele anda. Lubang yang perlu digali untuk kolam ini adalah 90 hingga 120 centimeter. Pengelolaan awal pada kolam tanah adalah dengan membiarkan galian kolam mengering dan tanah menjadi retak-retak. Hal in untuk menghilangkan zat yang tak diperlukan dalam tanah.

Kemudian, kolam tanah harus mengalami proses pengapuran agar kadar pH menjadi seimbang. Pengapuran dilakukan selama 7 hari pertama setelah kolam dikeringkan. Setelah itu, isi kolam dengan air dan biarkan seminggu untuk pertumbuhan plankton, baru lah diisi dengan bibit lele. Di masa mendatang, pengapuran dilakukan seperlunya (tergantung pada kondisi air) agar tanah tidak terlalu asam dan menjamin kenyamanan ikan lele di dalamnya.

Kolam Ember


Siapa sangka, budidaya ikan lele juga bisa menggunakan teknik aquaponik. Ya, teknik ini menggabungkan antara budidaya ikan dan tanaman (biasanya sayuran kangkung) dalam satu area. Langkah pertama adalah, ember dengan volume 80 liter disterilkan dan diisi dengan sedikit pupuk dan tanah untuk pertumbuhan fitoplankton. Kemudian isi dengan air dan taruh bibit lele.

Di bagian atas kolam ember, sediakan gelas plastik yang sudah diisi sedikit tanah dan ditanam bibit tanaman. Gelas plastik ini adalah pengganti pot yang anda kaitkan ke pinggiran kolam dengan kawat. Dengan teknik ini, anda bisa menghemat tempat dan meluaskan bisnis anda hingga ke budidaya sayuran.

Kolam ember juga cocok untuk pebisnis yang ingin memulai budidaya ikan lele dalam skala kecil. Satu ember bisa menampung hingga 80 ekor ikan lele. Tertarik mencoba?

Selain ikan lele, ada pula bebera hewan lain yang bisa anda pertimbangkan untuk bisnis budidaya hewan. Simak infonya di artikel berikut: https://www.cekaja.com/info/ingin-bisnis-ternak-5-hewan-ini-pilihannya/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk Ketahui Cara Mudah Berhemat Ala Orang Kaya

Menurutmu apa sih perbedaan orang kaya dan orang yang ingin “terlihat kaya”? Orang kaya membeli barang yang berkualitas, tapi hanya ...